Sabtu, 15 September 2012

MANTRA SEHARI-HARI UMAT HINDU


dewa dewa



Diposkan oleh PELAJARAN TENTANG HINDU on 07:52
Label: MANTRA

Mantra sehari-hari
waktu bangun pagi:
Om, Utedanim bhagavantah syamota prapitva uta madhye ahnam, utodinau madhvantan tsuryasya vayam devanam sumantausyama.(Atharva Veda III.16.4)


“Ya Tuhan Yang Maha Pemurah! Jadikanlah kami selalu bernasib baik pada pagi hari ini, menjelang tengah hari, apalagi matahari tepat di tengah-tengah dan seterusnya. Semoga para Dewa berkenaan menganugharkan rakhmat-Nya kepada kami”.
Menggosok gigi
Om Cri Dewi Bhatrimsa Yogini namah


Om, sujud pada (sakti-Mu) Cri Dewi Bhatrimsa (dan) Yogini.
Membersihkan mulut:
Om Um Phat astraya namah.


Om, sujud kepada Um, astra Phat (itu).
Mencuci muka:
Om Um Waktra Paricuddha mam swaha.


Om, Om (dewi) membersihkan muka hamba.
Pada waktu mandi:
Om, Gangga-Amrta-Sarira Cuddha Mam Swaha.


Om, Amrta dari Gangga, membuat badan hamba suci.
Pada waktu berpakaian:
Kaupina Brahma-Samyuktah, mekhala Wisnu-Samsmrtah Antarwasewaro dewah, bandham astu Sada Ciwa.


Penutup berpakaian adalah Brahma, pengikat pinggang (adalah) Wisnu, penutup tubuh (oleh) Iswara (dan) Sada Ciwa pengikat semuanya.
Pada waktu makan: 1) Menjelang makan:
Om Hiranyagarbhah samavartatagre bhutasya jatah patikreka asit, sa dadhara prithivim dyam utema kasmai devaya havisa vidhema.


Ya Tuhan Yang Maha Pengasih! Engkau asal alam semesta dan satu-satunya kekuatan awal, Engkau yang memelihara semua mahluk, seluruh bumi dan langit. Kami memuja Engkau.
2) Sesudah makan:
Om Purnamadah purnamidam Purnat murnam adaya purnasya purnam adaya purnam evavasisyate.


Ya Tuhan Yang Maha Sempurna! Yang membuat alam sempurna. Alam ini akan lenyap dalam kesempurnaanMu. Engkau adalah kekal. Kami mendapat makanan yang cukup dan atas anugrah-Mu kami menghaturkan terima kasih.
Sebelum memulai pekerjaan atau kegiatan:
Om Avighnam astu namasiddham.


Ya Tuhan semoga tiada halngan dan berhasil.
Mohon perlindungan:
Om Apasyam gopam anipadyamanam a ca para ca prthibhih carantam sa sadhricih sa visucir vasana.


Ya Tuhan! hamba memandang Engkau Maha Pelindung, yang terus bergerak tanpa berhenti, maju dan mundur di atas bumi. Ia yang mengenakan hiasan yang serba meriah, muncul dan mengembara terus bersama bumi ini.
Mohon kebenaran (jalan yang benar):
Om A visvadevam satpatim suktai adya vrnimahe stayasavam sawitaram.


Ya Tuhan Yang Maha Agung! dengan kidung kami memujaMu, Tuhan sumber kebaikan! Engkau Maha Cemerlang yang memiliki takdir yang maha benar.
Salam Penganjali (salam penghormatan) :
Om Svastyastu.


Semoga selalu ada dalam keadaan baik (selamat) atas karunia Tuhan (Hyang Widhi Wasa).
Salam Penganjali (salam penghormatan) :
Om santhi, Santhi, Santhi, Om.


Semoga damai, damai di dunia, damai di akhirat dan damai selalu.
Doa Menjelang makan
Om Ang kang kasol kaya isana ya namah, svasti-svasti sarva deva bhuta sukha, pradhana purusa sang yoga ya namah.


Ya Hyang Widhi, yang bergelar Isana, hamba persembahkan seluruh makanan ini kehadapan-Mu, semoga semua makhluk berbahagia.
Doa Mulai Makan
Om Anugraha Amertadi sanjivani ya namah svaha.


Ya Hyang Widhi, semoga makanan ini menjadi penghidupan hamba lahir bathin yang suci.
Doa Selesai Makan
Om Dhirgayur astu, avighnam astu subham astu Om Sriyam bhavantu, purnam bhavantu, ksama sampurna ya namah svaha.


Ya Hyang Widhi, semoga makanan yang telah masuk ke dalam badan hamba memberi kekuatan, keselamatan, panjang umur dan tak kena halngan apapun. Demikian pula agar hamba mendapatkan kebahagiaan dan suka cita dengan sempurna.
Doa Selesai Makan Dapat pula menggunakan doa (mantra) berikut:
Om Annapate annasya no dehyanmi vasya susminah, pra-pra dataram taris urjam no dhehi dvipade catuspade. (Yajur Veda XI.83)


Ya Hyang Widhi, Engkau penguasa makanan, anugrahkanlah makanan ini memberikan kekuatan, menjauhkan dari penyakit. Selanjutnya bimbinglah kami, anugrahkanlah kekuatan kepada mahluk berkaki empat dan dua.
Doa saat melakukan Yadnya Sesa (Ngejot) :
“Om Sarva bhuta sukha pretebhyah svaha”.


Ya Hyang Widhi, hamba berikan sedikit kepada sarwa bhuta agar tidak mengacau.
Doa Memulai Sesuatu Kegiatan:
Om Avighnam astu namo sidham Om Sidhirastu tad astu astu svaha.


Ya Hyang Widhi, semoga atas perkenan-Mu tiada suatu halangan bagi kami memulai pekerjaan (kegiatan) ini dan semoga sukses.
Doa Mohon Inspirasi :
Om Pra no devi sarasvati vajebhir vajinivati dhinam avinyavantu. (Rg Veda VI.61.4)


Ya Hyang Widhi, Hyang Saraswati Yang Maha Agung dan Kuasa, Engkau sebagai sumber ilmu pengetahuan, semoga Engkau memelihara kecerdasan kami.
Doa Memohon Kesehatan :
Om Vata a vatu bhesajam sambhu majobhu no hrde, pra na ayumsi tarisat. (Rg Veda X.1986.1)


Ya hyang Widhi, semoga Wayu menghembuskan angin sejuk-Nya kepada kami. Wayu yang memberikan kesehatan dan kesejahteraan kepada kami. Semoga Ia memberikan umur panjang kepada kami.
Doa Mohon Bimbingan Spiritual :
Om Asato ma sadgamaya tamasoma ma tyotir gamaya mrtor ma amrtam gamaya. (Brh. Ar. Up. XL.15)


Ya Hyang Widhi, bimbinglah kami dari yang tidak benar menuju yang benar. Bimbinglah kami dari kegelapan pikiran menuju cahaya (pengetahuan) yang terang. Bimbinglah kami dari kematian menuju kehidupan yang abadi.
Doa Mohon Kebahagiaan dan Keberuntungan :
Om sarve bhavantu sukhinah sarve santu niramayah sarve bhadrani pasyantu ma kascid duhkha bhag bhavet


Ya Hyang Widhi, semoga semuanya memperoleh kebahagiaan, semoga semuanya terbebas dari penderitaan, semoga semuanya dapat memperoleh keberuntungan, semoga tiada kedukaan.
Doa Memulai Belajar :
Om Agne naya supatha raye asman visvani deva vayunani vidvan, yuyodhyasmaj juhuranam eno bhuyistam te namauktim vidhema. (Rg Veda I.189.1)


Ya Hyang Widhi (Hyang Agni), tunjukkanlah kepada kami jalan yang benar untuk mencapai kesejahteraan; Hyang Widhi yang mengetahui semua kewajiban, lenyapkanlah dosa kami yang menyengsarakan kami. kami memuja Engkau.
Doa Menghilangkan Rasa Takut :
Om Om Jaya jivad sarira raksan dadasi me, Om Mjum sah vaosat mrityun jaya namah svaha.


Ya Hyang Widhi Yang Maha Jaya, yang mengatasi segala kematian, kami memuja-Mu. Lindungilah kami dari mara bahaya.
Doa Selesai Melakukan Kegiatan:
Om Deva suksma parama acintya ya namah svaha sarva karya prasidhantam. Om Shanti, Shanti, Shanti, Om.


Ya Hyang Widhi dalam wujud Parama Acintya yang maha gaib dan maka karya, atas rakhmat-Mu maka pekerjaan ini sukses. Semoga damai selalu.
Doa Sebelum Tidur:
Om Yajjagrato duram udaiti daivam tad u suptasya tatha iva iti, durangamam jyotisam jyotir ekam tanme manah siva samkalpam astu. (Yajur Veda XXXIV.1)


Ya hyang Widhi, Engkau nampak jauh dari orang yang tidur, nampak jauh dari orang yang terjaga. Engkau sinar utama, yang nampak jauh itu, semoga pikiran kami senantiasa mengarah kepada Engkau, yang baik itu.
Doa Untuk Ketabahan Hidup:
Om Krdhi na udhvarny carathaya jivase.


Ya Hyang Widhi, semoga kami bisa tetap tegak dalam perjalanan hidup kami.
Doa Untuk Orang Meninggal (yang disampaikan/diucapkan saat bela sungkawa):
Om vayur anilam amrtam athedam bhasmantam sariram Om krato smara, klie smara, krtam smara. (Yajur Veda XL.15)


Ya Hyang Widhi, Penguasa hidup, pada saat kematian ini semoga ia mengingat wijaksana suci Om, semoga ia mengingat Engkau Yang Maha Kuasa dan kekal abadi. Ingat pula kepada karmanya. Semoga ia mengetahui bahwa Atma adalah abadi dan badan ini akhirnya hancur menjadi abu.
Dapat pula menggunakan doa (mantram ) berikut ini: a. Saat melihat atau mendengar orang meninggal:
Om svargantu, moksantu, sunyantu, murcantu, Om ksama sampurna ya namah svaha.


Ya Hyang Widhi, semogalah arwah almarhum mencapai sorga, manunggal dengan-Mu, mencapai keheningan tanpa suka-duka. Ampunilah ia, semoga sempurna atas Kemahakuasaan-Mu.
b. Saat mengunjungi orang sakit:
Om sarva vighna sarva klesa, sarva lara roga vinasa ya namah.


Ya Hyang Widhi, semoga segala halangan, segala penyakit, segala penderitaan dan gangguan binasa oleh-Mu.
Doa Untuk Pembukaan Rapat (sidang) atau Seminar:
Om sam gacchadhvam sam vadadhvam sam vo manamsi janatam, devo bhagam yatha purve samjanana upasate. (Rg. Veda X.191.2)


samano mantrah samitih samani samanam manah saha cittam esam, samanam mantram abhi mantraye vah samanena vo havisa juhomi. (Rg Veda X.191.3) samani va akutih samana hrdayani vah samanam astu vo mano yatha vah susahasati. (Rg Veda X.191.4)


Ya Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa), semogalah pertemuan dan rapat ini mencapai satu kesepakatan. Semoga tercapai tujuan bersama, kesepakatan bersama satu dalam pikiran menuju stau tujuan. Ya Hyang Widhi, Engkau canangkan satu tujuan, tujuan bersama kami sekalian, kami adakan pemujaan dengan persembahan bersama, agar tujuan kami satu, seia dan sekata.
Doa Untuk Menutup Suatu Pertemuan:
Om dyauh santir antariksam santih prthiva santir apah santir osadhayah santih vanaspatayah santir visve devah santir brahma santih sarvam santih santir eva santih sa ma santir edhi. (Yayur Veda XXXVI.17)


Ya Hyang Widhi Yang Maha Kuasa, anugrahkanlah kedamaian di langit, damai di angkasa, damai di bumi, damai di air, damai pada tumbuh-tumbuhan, damai pada pepohonan, damai bagi para Dewata, damailah Brahma, damailah alam semesta, semogalah kedamaian senantiasa datang pada kami.

Jumat, 14 September 2012

KIDUNG YADNYA


KIDUNG DEWA YADNYA
KIDUNG DEWA YADNYA
 
  1. Kawitan Warga Sari - Pendahuluan sembahyang
    1. Purwakaning angripta rumning wana ukir.
      Kahadang labuh. Kartika penedenging sari.
      Angayon tangguli ketur. Angringring jangga mure.
    2. Sukania harja winangun winarne sari.
      Rumrumning puspa priyaka, ingoling tangi.
      Sampun ing riris sumar. Umungguing srengganing rejeng

  2. Pangayat - Menghaturkan sajen
    Kidung Warga Sari
    1. Ida Ratu saking luhur. Kawula nunas lugrane.
      Mangda sampun titiang tanwruh. Mengayat Bhatara mangkin.
      Titiang ngaturang pajati. Canang suci lan daksina.
      Sami sampun puput. Pratingkahing saji.
    2. Asep menyan majagau. Cendana nuhur dewane,
      Mangda Ida gelis rawuh. Mijil saking luhuring langit.
      Sampun madabdaban sami. Maring giri meru reko.
      Ancangan sadulur, sami pada ngiring.
    3. Bhatarane saking luhur. Nggagana diambarane.
      Panganggene abra murub. Parekan sami mangiring.
      Widyadara-widyadari, pada madudon-dudonan,
      Prabhawa kumetug. Angliwer ring langit.
  3. Pamuspan - Sembahyang
    Merdu - Komala
    1. Ong sembah ning anatha. Tinghalana de Triloka sarana.
      Wahya dyatmika sembahing hulun ijeng ta tan hana waneh.
      Sang lwir agni sakeng tahen kadi minyak sakeng dadhi kita.
      Sang saksat metu yan hana wwang hamuter tutur pinahayu.
    2. Wyapi-wyapaka sarining paramatatwa durlabha kita.
      Icantang hana tan hana ganal alit lawan hala-hayu.
      Utpatti sthiti lina ning dadi kita ta karananika.
      Sang sangkan paraning sarat sakala-niskalatmaka kita.
    3. Sasi wimbha haneng: ghata mesi banyu.
      Ndan asing suci nirmala mesi wulan.
      lwa mangkana rakwa kiteng kadadin.
      Ring angambeki yoga kiteng sakala.
    4. Katemun ta mareka sitan katemu.
      Kahidepta mareka si tankahidep.
      Kawenang ta mareka si tan ka wenang.
      Paramartha Siwatwa nira warana.
  4. Nunas tirtha - Mohon tirtha
    1. Turun tirtha saking luhur. nenyiratang pemangkune.
      Mekalangan muncrat mumbul. Mapan tirtha mrtajati.
      Paican Bhatara sami, panglukatan dasa-mala.
      Sami pada lebur. Malane ring gumi.
KIDUNG MANUSA YADNYA (PERKAWINAN)
  1. Kawitan Tantri - Pendahuluan.
    1. Wuwusan Bhupati. Ring Patali nagantun.
      Subaga wirya siniwi. Kajrihin sang para ratu.
      Salwaning jambu warsadi. Prasama hatur kembang tahon.
    2. Tuhu tan keneng api. Pratapa sang prabu Kesyani ruktyeng sadnyari.
      Sawyakti Hyang Hari Wisnu. Nitya ngde ulaping ari.
      Sri dhara patra sang katong.
    3. Wetning raja wibawa, mas manik penuh.
      Makinda yutan ring bahudanda. Sri Narendra, Sri Singapati,
      Ujaring Empu Bhagawanta. Ridenira panca-nana.
      Bratang penacasyan.
      Hatur Hyang Dharma nurageng bhuh.
    4. Kadi kreta yuga swapurneng nagantun Kakwehan sang yati.
      Sampun saman jayendrya. Weda Tatwa wit. Katinen de Sri Narendra.
      Nityasa ngruci tutur. Tan kasareng. wiku apunggung wyara brantadnya ajugul.

  2. Demung Sawit (bawak, dawa)
    1. Tuhu atut bhiseka Nrapati. Sri Eswaryadala.
      Dala kusuma patra nglung,
      Eswarya raja laksmi.
      Sang kulahamenuhi rajya.
      Kwening bala diwarga.
      Mukya sira.
      Kryana patih Sangniti Bandeswarya patrarum.
    2. Nityasa angulih- ulih amrih sutrepting nagara,
      lan sang paradimantriya.
      Tuhu widagda ngelus bhumi.
      Susandi tinut rasaning aji,
      Kutara manawa.
      Mwang sastra sarodrsti.
      Matangyan tan hanang baya kewuh.
    3. Pirang warsa Sri Nrapati Swaryadala.
      Tusta ngering sana.
      Kaladiwara hayu.
      Sri narapati.
      Lagya gugulingan ring taman.
      Ring yaca ngurddha angunggul.
      Yayamireng tawang.
      Tinum pyata tinukir.
      Kamala kinanda-kada.
      Langu inipacareng santun.
    4. Mangamyat kalangenikang nagara.
      Tisoba awiyar.
      Indra bhuwana nurun,
      Kweh tang pakwana titip.
      Pada kabhi nawa.
      Dening sarwendah linuhung.
      Liwar sukanikang wong.
      Anamtami kapti.
      Arumpuka sari sama angrangsuk bhusana aneka marum.

KIDUNG PITRA YADNYA
  1. Nedunang layon pacang nyiramang
    Menurunkan Jenazah untuk dimandikan

    Cewana - Girisa
    1. Ata sedengira mantuk sang suralaga ringayun.
      Tucapa aji wiratan. Karyasa nagisi weka.
      Pinahajongira laywan sang putra mala piniwa.
      Pada litu hajenganwam. Lwir kandarpa pina telu.
    2. Lalu laranira nasa sambat putranira pejah.
      Lakibi sira sumengkem ring putra luru kinusa.
      Ginamelira ginanti kang laywan lagi ginugah.
      Inutusira masabda kapwa ajara bibi aji.
  2. Nyiramang layon - Memandikan Jenazah.

    Bala - ugu.
    1. Bala ugu dina melah, manuju tanggal sasih.
      Pan Brayut panamaya. Asisig adyus akramas.
      Sinalinan wastra petak. Mamusti madayang batis.
      Sampun puput maprayoga, tan swe ngemasin-mati.
    2. Ikang layon ginosongan, ne istri tuhu satya, de pamayun matingkah.
      Eteh eteh sang paratra. Toya hening pabresihan.
      Misi ganda burat-wangi. Lengise pudak sategal.
      Sumar ganda mrbuk arum.
    3. Pusuh menuhe uttama. Malem sampun macawisan.
      Tekening edon intaran. Bebek wangi lengis kapur.
      Monmon mirah windusara. Waja meka panca datu.
      Don tuwung sampun masembar. Sikapa kalawan taluh.
    4. Buku-buku panyosalasan. Pagamelane salaka.
      Kawangene panyelawean. Gegalenge satak-seket.
      Sampun puput pabersihan. Winiletang dening kasa.
      Tikeh halus wijil jawa. Lante maulat panyalin.

  3. Mamarga ka setra - Pergi ke Kuburan

    Indra - wangsa
    1. Mamwit narendratmaja ring tapowana.
      Manganjali ryagraning indra parwata.
      Tan wis mrti sangka nikang hayun teka.
      Swabhawa sang sajana rakwa mangkana.
    2. Mangkat dateng toliha rum wulat nira.
      Sinambaying camara sangkaring geger.
      Panawanging mrak panangisnikungalas.
      Erang tininggal masaput-saput hima.
    3. Lunghang lengit lampahira ngawe tana.
      Lawan Sang Erawana bajranaryama.
      Tan warnanen decanikang katungkulan.
      Apan leyep muksa sahinganing mulat.

  4. Ngeseng Sawa - Memperabukan Jenazah.
    1. Sang atapa sakti bhakti, astiti purwa sangkara.
      Yan mati maurip malih. Wisesa sireng bhuwana.
      Putih timur abang wetan. Rahina tatas apadang.
      Titisning jaya kamantyan. Mapageh ta samadinira.
    2. Nghulun angadeg ring natar. Kamajaya cintanya.
      Sang atunggu parawean. Mawungu pakarab-karab.
      Ilangani dasa-mala, amrtang gangga asuci.
      Pamunggal rwaning wandira. Pinaka len prehanira.
    3. Yan sampun sira araup. Isinikang kundi manik.
      Anut marga kita mulih. Yan sira teka ring umah.
      Tutugaken samadinta. Sapangruwat sariranta.
      Isenikang pangasepan. Kunda kumutug samiddanya.
    4. Wewangen dadi tembaga. Rurube kang dadi emas.
      Arenge kang dadi wesi, Awune kang dadi selaka.
      Kukuse kang dadi mega. Yeh iku manadi ujan.
      Tumiba ring Mrecapada. Yeh iku dadi amretta.

  5. Rikala ngayut - Buang abu ke laut.
    1. Ring wetan hana telaga. Rikata hulun adyusa.
      Asalin raja bhusana. Anglebur awak tan porat.
      Hilanganing dasa mala. Sebel kandel ring sarira.
      Sakwehing malapataka. kalebura ring tanane.
    2. Ring kidul hana talaga. Rikata hulun adyusa.
      Asalin raja bhusana. Anglebur awak tan porat.
      Hilanganing dasa mala. Sebel kandel ring sanra.
      Sakwehing malapetaka. kalebura ring tanane.
    3. Ring kulon hana talaga. Rikata hulun adyusa.
      Asalin raja bhusana. Anglebur awak tan porat.
      Hilanganing dasa mala. Sebel kandel ring sanra.
      Sakwehing malapetaka. kalebura ring tanane.
    4. Ring lor hana talaga. Rikata hulun adyusa.
      Asalin raja bhusana. Anglebur awak tan porat.
      Hilanganing dasa mala. Sebel kandel ring sanra.
      Sakwehing malapetaka. kalebura ring tanane.
    5. Ring madya hana talaga. Rikata hulun adyusa.
      Asalin raja bhusana. Anglebur awak tan porat.
      Hilanganing dasa mala. Sebel kandel ring sanra.
      Sakwehing malapetaka. kalebura ring tanane.
    6. Sampun ta sira abresih, anambut raja bhusana.
      Binurating sarwa sari. Mrebuk arum gandaning wang.
      Matur sira ring Hyang Guru. Sinung wara nugraha sira.
      Keasunganing mandi swara. Paripurna tur nyewana.

PUJA TRISANDYA


Syair Matram PUJA TRI SANDYA:
OM BHUR BHVAH SVAH
TAT SAVITUR VARENYAM
BHARGO DEVASYA DHIMAHI
DHIYO YO NAH PRACODAYAT

Ya Hyang Widhi yang menguasai ketiga dunia ini, yang maha suci dan sumber segala kehidupan, sumber segala cahaya, semoga limpahkan pada budi nurani kami penerangan sinar cahayaMu yang maha suci.
Lord is the Earth, Sky and the Heavens. Let us meditate on the light of the sun, which represents God, and may our thoughts be inspired by that divine light.

OM NARAYANA EVEDAM SARVAM
YAD BHUTAM YAC CA BHAVYAM
NISKALANKO NIRAÑJANO NIRVIKALPO
NIRAKHYATAH SUDDO DEVA EKO
NARAYANO NA DVITÌYO'STI KASCIT

Ya Hyang Widhi, darimulah segala yang sudah ada dan yang akan ada di alam ini berasal dan kembali nantinya. Engkau adaIah gaib, tiada berwujud, di atas segala kebingungan,tak termusnahkan. Engkau adalah maha cemerlang, maha suci, maha esa dan tiada duanya.
Lord, Narayana is all that has been and what will be, free from taint, free from dirt, ever existing and without form, holy god Narayana, He is only one and there is no other.

OM TVAM SIVAH TVAM MAHADEVAH
ÌSVARAH PARAMESVARAH
BRAHMA VISNUSCA RUDRASCA
PURUSAH PARIKÌRTITAH

Engkau disebut Siwa, Mahadewa, Iswara, Parameswara, Brahma dan Wisnu dan juga Rudra. Engkau adalah asal mula dari segala yang ada.
Lord, you called Shiva, Mahadeva, Iswara, Parameswara, Brahma, Vishnu, Rudra, Purusa; the supreme soul, source of everything..

OM PAPO'HAM PAPAKARMAHAM
PAPATMA PAPASAMBHAVAH
TRAHI MAM PUNDARIKAKSA
SABAHYABHYANTARAH SUCIH

Oh Hyang Widhi Wasa, hamba ini papa, jiwa hamba papa dan kelahiran hambapun papa, perbuatan hamba papa, Ya Hyang Widhi, selamatkanlah hamba dari segala kenistaan ini, dapatlah disucikan lahir dan batin hamba.
Oh Lord, I am full of sorrow, my action is full of sins, my soul so destitute, and my birth is also so poor. Save me from all this sorrow, purify my body and mind.

OM KSAMASVA MAM MAHADEVA
SARVAPRANI HITANKARA
MAM MOCA SARVA PAPEBYAH
PALAYASVA SADA SIVA

Ampunilah hamba. oh Hyang Widhi, penyelamat segala makhluk. Lepaskanlah , kiranya hamba dari segala kepapaan ini dan tuntunlah hamba, selamatkan dan lindungilah hamba oh Hyang Widhi Wasa.
Lord, forgive me MahaDeva, He who gives salvation to all sentient beings, save me from all this sorrow, guide me, redeem and protect me, O Sada Shiva

OM KSANTAVYAH KAYIKO DOSAH
KSANTAVYO VACIKO MAMA
KSANTAVYO MANASO DOSAH
TAT PRAMADAT KSAMASVA MAM

Oh Hyang Widhi Wasa, ampunilah segala dosa hamba, ampunilah dosa dari ucapan hamba dan ampunilah pula dosa dari pikiran hamba. Ampunilah hamba atas segaIa kelalaian hamba itu.
Lord, Forgive my sinful deed, forgive my wrong speech, forgive my sinful mind, forgive me for all those misdeeds. 

OM SANTIH, SANTIH, SANTIH,OM

Damai...damai...damai
Lord, May there be Peace, Peace, Peace Forever.

Selasa, 31 Juli 2012

GEDE PUTRA ADNYANA: Kisi-Kisi Soal Uji Kompetensi Guru (UKG) Fisika Sma Tahun 2012

Kisi-Kisi Soal Uji Kompetensi Guru (UKG) Fisika Sma Tahun 2012: Kisi-Kisi Soal Uji Kompetensi Guru (UKG) Fisika Sma Tahun 2012

Kisi-Kisi Soal Uji Kompetensi Guru Fisika Sma Tahun 2012

Uji Kompetensi Guru (UKG) Mata Pelajaran Fisika Jenjang SMA meliputi Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional. Pada Kompetensi Profesional terdapat terdiri dari 5 Kompetensi Inti dan 25 Kompetensi Guru mata pelajaran Fisika. Sedangkan untuk Kompetensi Pedagogik, meliputi 10 Kompetensi Inti dan 37 Kompetensi Guru mata pelajaran Fisika.